Senin, 23 Februari 2026

PERSIAPAN TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA ) TAHUN 2026

 Menyambut TKA dengan Semangat "Jujur Gembira"


Halo, Pelajar Hebat Kabupaten Rembang!

Waktu yang kita tunggu-tunggu akan segera tiba. Tidak lama lagi, adik-adik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh penjuru Kabupaten Rembang akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

TKA bukanlah sebuah garis akhir yang menakutkan, melainkan sebuah panggung untuk menampilkan sejauh mana kita telah bertumbuh, belajar, dan menyerap ilmu pengetahuan. Ini adalah momen untuk mengukur potensi diri agar kita bisa melangkah lebih mantap di masa depan.

Dalam persiapan menghadapi TKA tahun ini, mari kita bawa semangat baru yang tertuang dalam tagline kita: "Jujur Gembira!"

Apa arti Jujur Gembira? Jujur berarti kita mengedepankan integritas. Kita percaya pada kemampuan diri sendiri, mengerjakan setiap soal dengan usaha sendiri, dan menolak segala bentuk kecurangan. Karena nilai sejati dari sebuah ujian bukanlah angka di atas kertas, melainkan karakter kejujuran yang tertanam di dalam hati. Gembira berarti kita menghadapi ujian ini tanpa rasa cemas yang berlebihan. Mari kita nikmati proses belajarnya, berdiskusi dengan teman, bertanya kepada guru dengan penuh semangat, dan merayakan setiap pemahaman baru yang kita dapatkan. Belajar itu menyenangkan, dan ujian adalah perayaan dari ilmu yang telah kita kumpulkan.

Untuk para guru dan orang tua, mari kita dampingi anak-anak kita dengan kasih sayang. Berikan mereka dukungan moral, pastikan mereka mendapat istirahat yang cukup, dan ingatkan mereka bahwa apapun hasilnya, kejujuran dan usaha keras mereka adalah prestasi yang paling utama.

Ayo, persiapkan buku catatanmu, atur jadwal belajarmu, dan jangan lupa untuk selalu berdoa. Mari kita buktikan bahwa pelajar SD dan SMP Kabupaten Rembang adalah generasi yang cerdas, berintegritas, dan penuh keceriaan.

Selamat belajar dan bersiap. Mari kita wujudkan TKA Kabupaten Rembang yang Jujur Gembira!


Untuk materi  sosialisasi TKA  silahkan klik TEKNIS TKA

KERANGKA ASESMEN TKA SD DAN SMP silahkan klik KERANGKA TKA

Untuk materi rakornas TKA melalui zoom tanggal 23 Februari 2026 silahkan klik  RAKOR 23 FEBRUARI 2026

Contoh SHTKA silahkan klik SHTKA

Hasil rakor pendataan TKA silahkan klik rakor pendataan TKA


#TKARembang

#TKAJujurGembira

#PelajarRembangJujurGembira

#kemendikdasmenramah

#rembangsejahtera

Minggu, 10 Agustus 2025

CINTA SEORANG GURU

 *Tiga Cinta Seorang Guru – Sebuah Renungan Profesi yang Penuh Arti*


Seorang guru memikul sesuatu yang jauh lebih mendalam : *tiga cinta yang menyatu dalam misi kemanusiaan dan pendidikan.*


1. *Cinta pada Ilmu* - Seorang guru sejati tidak pernah berhenti belajar. Ia percaya bahwa ilmu bukan sekadar kumpulan teori, tapi cahaya yang menuntun. Hasratnya untuk terus memperluas wawasan menjadikannya pembelajar sepanjang hayat. Ia membaca, merenung, menggali, dan selalu haus akan pemahaman baru, karena ia tahu bahwa untuk bisa mengajar dengan tulus, ia sendiri harus terus bertumbuh.


2. *Cinta pada Murid* - Murid bukan sekadar peserta didik, melainkan bagian dari perjalanan seorang guru. Cinta ini bukan tentang kelembutan semata, melainkan tentang keteguhan untuk membimbing meski penuh tantangan. Setiap keberhasilan murid adalah kebahagiaan yang tak ternilai, dan setiap kesulitan murid adalah panggilan hati untuk tidak menyerah. Cinta ini membuat guru hadir bukan hanya sebagai penyampai ilmu, tapi juga sebagai pendengar, pendamping, dan pendorong mimpi.


3. *Cinta yang Tertinggi: Menyatukan Keduanya dalam Ruang Kelas* - Ruang kelas bukan hanya tempat belajar, tapi medan tempat tumbuhnya harapan dan nilai. Di sanalah cinta pada ilmu dan cinta pada murid berpadu menjadi karya hidup. Setiap diskusi, tatapan mata, bahkan keheningan, menciptakan jejak yang membentuk pribadi dan masa depan. Di ruang kelas, seorang guru menjadi jembatan antara pengetahuan dan hati, antara masa lalu dan masa depan.


✨ Tiga cinta ini tidak dapat dipisahkan, mereka saling menguatkan dan membentuk inti dari profesi guru yang sejati. 


❤️❤️❤️



Sabtu, 09 Agustus 2025

BAHAN BACAAN PENYUSUNAN RANCANGAN DAN IMPLEMENTASI INKUIRI KOLABORATIF SECARA TERSTRUKTUR

 BAHAN BACAAN PENYUSUNAN RANCANGAN DAN IMPLEMENTASI INKUIRI KOLABORATIF SECARA TERSTRUKTUR 







Konsep dan Tahapan Inkuiri Kolaboratif Pada modul sebelumnya, Anda sudah dikenalkan rubrik Pembelajaran Mendalam, menyandingkan dengan kondisi sekolah, dan merancang program perbaikan. Silahkan Anda buka kembali lingkaran yang membentuk kerangka pembelajaran mendalam. Gambar 1. Kerangka Pembelajaran Mendalam Lingkaran luar dari kerangka kerja pembelajaran mendalam menggambarkan proses Inkuiri Kolaboratif yang mendasari tindakan dan mendorong efek interaksi dari semua lapisan. Meskipun digambarkan sebagai lingkaran luar, ini bukanlah langkah akhir, tetapi lebih meresap ke setiap lingkaran dengan menciptakan dialog yang kuat di setiap tahap pengembangan. Proses ini dapat digunakan oleh guru untuk merancang pengalaman Pembelajaran Mendalam, oleh tim untuk memoderasi pekerjaan dan pertumbuhan murid, dan oleh para pemimpin untuk menilai kondisi yang dibutuhkan untuk mendorong Pembelajaran Mendalam di tingkat satuan pendidikan dan sistem. Dari semua kondisi yang mendorong pembelajaran mendalam, kolaborasi merupakan inti dari semuanya. Kolaborasi bukanlah tujuan akhir, karena pembelajaran mendalam melibatkan inovasi dan praktik baru yang sangat  fokus dan spesifik, pembelajaran mendalam memerlukan sarana untuk mengembangkan dan mengakses ide-ide yang baik. Apabila guru menginginkan perubahan dalam praktik pedagogi baru, mereka memerlukan dukungan dari orang lain untuk mengidentifikasi praktik yang efektif dan untuk mendorong pemikiran baru dan praktik inovatif. Inkuiri Kolaboratif adalah suatu proses yang mengeksplorasi pemikiran profesional dan pertanyaan-pertanyaan para pendidik dengan menelaah praktik (refleksi) serta asumsi yang sudah ada melalui keterlibatan dengan rekan sejawat. Proses ini diakui sebagai strategi yang efektif dalam mendorong perubahan karena mampu secara bersamaan meningkatkan pembelajaran profesional serta berkontribusi langsung pada peningkatan hasil belajar murid. Inkuiri Kolaboratif tidak hanya berfungsi sebagai metode pemecahan masalah dan penyempurnaan praktik individu, tetapi juga sebagai pendekatan sistematis yang memanfaatkan bukti hasil belajar murid untuk membangun tim sekolah yang kolaboratif serta menciptakan pengetahuan profesional bersama yang dapat diterapkan. Fokus utama Inkuiri Kolaboratif adalah murid dan hasil belajarnya. Untuk mengembangkan Inkuiri Kolaboratif terdapat 4 (empat) tahap sebagaimana gambar di bawah ini. Gambar 2. Tahapan Inkuiri Kolaboratif 2 Berikut adalah langkah-langkah yang ditempuh oleh guru dalam menerapkan siklus Inkuiri Kolaboratif. Tahap I: Mengidentifikasi Tahap pertama dimulai dengan mengidentifikasi posisi murid, mempertimbangkan penerapan kurikulum, dan membangun minat murid untuk menetapkan tujuan pembelajaran dan kriteria keberhasilan. Sasaran pembelajaran ditetapkan berdasarkan penilaian kebutuhan, kekuatan, dan minat murid serta kemahiran dalam delapan dimensi profil lulusan. Kriteria Keberhasilan diidentifikasi untuk menggambarkan bukti yang akan mendokumentasikan bahwa tujuan pembelajaran telah tercapai. Tahap II: Desain Tahap kedua merupakan perancangan pengalaman belajar yang melibatkan murid dalam mencapai kompetensi sesuai capaian dan tujuan pembelajaran. Langkah ini mencakup pemilihan pedagogi yang paling efektif, pertimbangan kemitraan pembelajaran yang dibutuhkan, pengembangan lingkungan yang menumbuhkan budaya belajar, dan penggunaan digital yang memanfaatkan pembelajaran. Bekerja sama pada desain pembelajaran ini dapat meningkatkan inovasi guru karena mereka terstimulasi oleh ide-ide guru lain dan murid itu sendiri. Meskipun awalnya memakan waktu, para guru menemukan bahwa cara ini membantu mereka memfokuskan energi mereka, dan setelah beberapa desain pertama, mereka dapat saling berbagi praktik baik, menjadi lebih inovatif, dan benar-benar menghemat waktu karena mereka berbagi beban kerja desain. Tahap III: Implementasi Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan pembelajaran. Dalam proses ini, guru memantau pembelajaran, memberikan bantuan yang diperlukan murid, mengajukan pertanyaan, dan memandu penemuan yang lebih mendalam dengan mengajukan pertanyaan seperti: “Seberapa baik murid belajar?” “Bukti apa yang saya/kami miliki tentang pembelajaran tersebut?” “Apa yang murid butuhkan selanjutnya untuk memperdalam pembelajaran mereka?” Selama tahap ini, guru dapat mengamati di kelas masing-masing atau berbagi 3 tanggung jawab untuk murid dengan mengelompokkan murid di seluruh kelas untuk tugas atau minat tertentu. Tahap IV: Mengukur, Merefleksikan, Mengubah Pada tahap akhir proses, guru berkolaborasi untuk mendokumentasikan pembelajaran murid. Mereka mempertimbangkan berbagai macam bukti penilaian formal dan informal dari produk dan kinerja kerja murid untuk mengukur pertumbuhan, baik dalam konten akademis maupun kompetensi untuk menginformasikan keputusan mereka. Data murid kemudian dimasukkan ke dalam siklus pembelajaran berikutnya dan memberikan masukan yang kaya untuk desain pembelajaran berikutnya. B. Rancangan dan Implementasi Inkuiri Kolaboratif Langkah-langkah di atas merupakan langkah yang digunakan oleh pendidik dalam menciptakan Inkuiri Kolaboratif. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran memiliki kewajiban untuk mendorong terciptanya Inkuiri Kolaboratif tersebut dalam rangka mendukung Pembelajaran Mendalam sesuai dengan kurikulum yang berlaku, sambil terus mengembangkan praktik pedagogis yang inovatif. Hal ini mencakup penciptaan lingkungan pembelajaran yang kontekstual, pemanfaatan media digital secara optimal, serta pembentukan kemitraan dengan keluarga, komunitas, mitra profesional, serta dunia usaha dan industri untuk mendukung Pembelajaran Mendalam. Untuk memulai dan mempercepat implementasi Inkuiri Kolaboratif teradapat 4 (empat) norma yang harus dilakukan. 1) Asumsikan bahwa guru telah memberikan pemikiran terbaiknya saat itu. 2) Asumsikan bahwa semua detail tugas dan pemikiran di baliknya tidak dapat dibagikan sepenuhnya dalam contoh ini. 3) Jangan terburu-buru dalam menilai. Sadarilah bahwa kita tidak dapat sepenuhnya mengetahui semua yang terjadi di kelas sebelum tugas ini atau apa yang akan terjadi setelahnya. 4) Kita semua perlu mengambil sikap belajar.

Jumat, 08 Agustus 2025

LIMA KONDISI PEMBELAJARAN MENDALAM

 





LIMA KONDISI PEMBELAJARAN MENDALAM








Kepala Sekolah memegang peranan krusial dalam mendukung pelaksanaan Pembelajaran Mendalam (PM) di Satuan Pendidikan. Sebagai pemimpin pendidikan, Kepala Sekolah bertanggung jawab  dalam memaksimalkan   empat elemen kerangka pembelajaran mendalam untuk mendorong inovasi pedagogis, menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, membangun kemitraan yang kuat, dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif. Dukungan Kepala Sekolah sangat penting untuk memastikan bahwa guru dapat menerapkan praktik pedagogis yang efektif, menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif, menjalin kemitraan yang bermakna dengan orang tua dan komunitas, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran  yang  fokus pada pengembangan potensi murid secara holistik.

Kepala Sekolah harus memiliki kapasitas  menggerakkan perubahan  dan  menjadi role model bagi warga sekolah untuk mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam sehingga berkembang menjadi budaya sekolah yang efektif. Kepala sekolah juga harus memastikan bahwa Pembelajaran Mendalam sudah terlaksana dengan baik dengan ditandai adanya kondisi-kondisi yang mendukung Pembelajaran Mendalam.

Kondisi yang mendukung terlaksananya Pembelajaran Mendalam tersebut terdiri atas lima dimensi yaitu: Visi & Tujuan Sekolah (Vision and Goals), Kepemimpinan (Leadership),  Budaya Kolaboratif (Collaborative Culture); Kedalaman Pembelajaran (Deepening Learning) dan Evaluasi dan Pengukuran Baru (New Measure and Evaluation).

Kamis, 07 Agustus 2025

FUSION

 ARTI FUSION





Dalam konteks pembelajaran mendalam (deep learning), istilah "fusion" mengacu pada penggabungan berbagai jenis informasi, data, atau pendekatan pembelajaran untuk menciptakan pemahaman yang lebih menyeluruh dan kontekstual. Fusion bertujuan agar siswa tidak hanya belajar secara terpisah-pisah, tetapi mampu mengintegrasikan pengetahuan dari berbagai sumber atau disiplin ilmu secara bermakna.

Arti "Fusion" dalam Pembelajaran Mendalam:

1. Penggabungan Antar Disiplin Ilmu (Interdisipliner):
Siswa belajar menghubungkan konsep dari berbagai mata pelajaran. Misalnya, saat membahas topik lingkungan, siswa bisa mengaitkannya dengan biologi, geografi, ekonomi, dan etika.

2. Integrasi Pengetahuan dan Keterampilan:
Tidak hanya menghafal fakta, tetapi mengintegrasikan knowledge (pengetahuan) dengan skills (keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dll).

3. Sintesis Informasi dari Berbagai Sumber:
Siswa dilatih untuk menggabungkan informasi dari teks, data visual, grafik, video, atau pengalaman langsung untuk membentuk pemahaman yang komprehensif.

4. Kolaborasi Antara Guru atau Metode Belajar:
Fusion juga dapat berarti kolaborasi lintas guru, penggabungan metode pembelajaran (seperti proyek, diskusi, eksperimen), atau penggabungan teknologi dalam proses belajar.


Contoh Penerapan "Fusion" dalam Pembelajaran Mendalam:

Misalnya, dalam proyek pembelajaran tentang "Pemanasan Global":

  • Siswa mempelajari konsep ilmiah (fisika & biologi)

  • Menganalisis data statistik (matematika)

  • Membuat kampanye sosial (bahasa & seni)

  • Mendiskusikan dampak ekonominya (IPS)

INFO KEMEN DIKDASMEN

 Copy Paste

*KEMENDIKDASMEN SALURKAN INSENTIF BAGI GURU NON-ASN DAN BANTUAN LAINNYA*


Kemendikdasmen secara resmi menyalurkan Insentif bagi Guru Non Aparatur Sipil Negara (Non-ASN), Bantuan Subsidi Upah bagi Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nonformal, dan Bantuan Afirmasi Kualifikasi S-1/D-4 Guru. Kebijakan ini menjadi bagian dari pemenuhan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, serta komitmen untuk meningkatkan kompetensi, kinerja, dan kesejahteraan guru.


*Detail Bantuan:*


- Insentif bagi 12.500 guru untuk menempuh jenjang pendidikan S-1/D-4 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di 112 perguruan tinggi dengan alokasi dana sebesar 37,5 miliar.

- Bantuan insentif juga diberikan bagi 341.248 guru non-ASN sebesar Rp300.000 per bulan. Pada tahap pertama tahun ini, insentif diberikan sekaligus untuk tujuh bulan sebesar Rp2,1 juta per guru, dan ditransfer langsung ke rekening penerima.

- Pemerintah juga menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk 253.407 guru PAUD Nonformal. BSU yang diberikan adalah sebesar Rp300.000 untuk dua bulan. Total anggaran sebesar Rp125 miliar telah ditransfer ke rekening masing-masing guru.


*Yuk, simak selengkapnya!*


#KadoPresidenuntukGuru

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Rabu, 06 Agustus 2025

Pelatihan Pembelajaran Mendalam

 Pelatihan Pembelajaran Mendalam merupakan salah satu pelatihan yang menuntut para fasilitator dan pesertanya untuk mampu menyikapi paradigma secara konseptual dan prinsipal yg mana dari sebagian besar fasil jarang sekali yg menyentuh kedua ranah penting & mendasar tsb dlm pelatihan-pelatihan sejenis yang pernah ada. PM emang spesial banget!


Dari semua yang pernah kita bahas, kita diskusikan, dan kita pelajari bersama bahwa esensi utama dari pendekatan PM ini adalah *adanya prinsip dan pengalaman belajar* dalam implementasi pembelajaran tersebut. 2 hal yg menjadi ruhnya PM. Prinsip yang terdiri atas bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan yang dilakukan antara guru dan murid dalam setiap kegiatan pembelajarannya inilah yang ditekankan. Demikian dg adanya pengalaman belajar dalam diri guru dan murid seperti memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi inilah yg menjadi pembeda dari pendekatan2 pembelajaran yg sudah diimplementasikan pada kurikulum2 sebelumnya. Mgkin bs saya katakan inilah pendekatan tingkat tinggi dalam konteks pedagogi.


Cuma ya itu, Apakah pendekatan Pembelajaran mendalam yg sangat mulia ini bisa diterapkan pada ekosistem yg mayoritas fixed mindset, yg penuh dng keterbatasan baik infrastruktur maupun sumber daya lainnya? Ini tantangan besar dan berat bagi kita.